Mengunjungi Tempat Belanja Paling Favorit di Kuta Bali

Bali merupakan destinasti wisata favorit masyarakat Indonesia. Nampaknya keindahan pulau dewata selalu memiliki tempat di hati masyarakat. Ada banyak sekali lokasi wisata di Bali yang dapat menjadi tujuan anda. Kebanyakan orang langsung memikirkan pantai ketika mendengar nama Bali. Tetapi sebenarnya ada juga tempat wisata lainnya yang berupa gunung maupun perbukitan, yang juga menarik untuk dikunjungi di Bali.

Nah, kalau anda senang belanja, Bali juga bisa menjadi surge. Mulai dari pusat perbelanjaan tradisional hingga yang modern bisa ditemukan. Termasuk juga brand-brand internasional, kini sangat mudah ditemukan di Bali. Kalau anda berencana berkunjung ke Bali dan belum tahu mau belanja dimana, berikut ini adalah lima daftar tempat belanja di Bali, khususnya wilayah Kuta, yang wajib untuk dikunjungi.

Lima Destinasi Wisata Belanja di Kuta Bali

Mengunjungi Bali tidak akan lengkap jika tidak bermain ke pantai Kuta. Tetapi selain bermain ke pantai, anda juga jangan lupa untuk berbelanja dan melepas penat dengan mencuci mata di sekitaran Kuta. Ada macam-macam destinasi yang wajib dikunjungi. Misalnya seperti Legian. Kalau di Jogja ada Jalan Malioboro, maka di Kuta anda bisa menemukan Jalan Legian. Lokasi ini menjadi salah satu tempat yang terkena tragedi Bom Bali 1 di tahun 2002. Jalan yang terbentang sepanjang 2,5 km ini menyediakan beranekaragam barang dagangan serta sebagian besar souvenir. Cocok bagi anda yang ingin membeli oleh-oleh.

Kalau ingin berbelanja brand-brand internasional, Bali juga bisa menjadi tujuan. Disini ada beberapa mall yang telah memiliki toko-toko dari brand luar negeri. Misalnya seperti Discovery Shopping Mall. Mall yang satu ini bukanlah mall baru di Kuta. Discovery Shopping Mall selalu ramai dengan pengunjung, khususnya wisatawan asing. Tidak hanya akan menemukan toko-toko dari brand luar negeri saja, anda juga bisa menemukan cinderamata khas Bali disini. Kebanyakan wisatawan asing yang datang ke Discovery Shopping Mall memilih untuk berbelanja souvenir khas Bali.

Selain Mall Discovery, ada juga Beachwalk Shopping Center. Mall yang satu ini menjadi salah satu tempat berbelanja paling baru di Kuta Bali. Lokasi dari Beachwalk Shopping Center terletak di seberang lokasi Pantai Kuta. Jadi setelah bermain di pantai, anda bisa berkunjung ke mall. Disini anda bisa berbelanja produk brand lokal dan juga internasional. Anak-anak juga memiliki area bermain disini.

Selain Beachwalk, ada lagi Mall Bali Galeria yang terletak di wilayah Kuta. Banyak masyarakat lokal senang berbelanja disini karena tempat belanja ini sangat lengkap. Anda bisa menemukan brand –brand internasional seperti Oakley, Polo, Nike, dan lain sebagainya.

Jikalau anda adalah wisatawan yang datang dari kota besar dan bosan untuk berbelanja di mall, tidak usah khawatir. Selain Jalan Legian, tentunya masih ada lagi destinasi belanja tradisional di Kuta Bali. Kali ini ada Pasar Seni Kuta. Letaknya ada di jantung area tempat wisata Kuta Bali. Anda bisa mendapatkan berbagai macam aksesoris hingga pakaian disini. Jika ingin mendapatkan harga yang murah, maka anda harus bisa menawar. Sebaiknya jangan langsung berhenti pada satu penjual jika sudah mendapatkan barang yang diinginkan. Anda harus berkeliling dulu ke semua kios yang ada agar bisa mendapatkan harga terbaik. Jangan lupa juga untuk memeriksa kualitas agar tidak tertipu dengan barang yang dibeli.

Sejarah Singkat Pulau Dewata, Pulau Subur di Antara Jawa dan Lombok

Tak ada yang menyangkal kalau Pulau Bali merupakan salah satu destinasi wisata andalan dan paling populer yang dimiliki Indonesia. Meski populer di dunia internasional, tak banyak yang tahu mengenai sejarah singkat Pulau Dewata ini.

Pulau yang terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok ini memiliki luas total sekitar 5,632 km2. Di bagian tengah, lanskap Pulau Bali dihiasi dengan pegunungan dengan Gunung Agung sebagai puncak tertinggi (3.142 mdpl). Abu dari Gunung Agung inilah yang membuat tanah Bali begitu subur.

Pulau Bali Dijuluki Pulau Dewata

Pulau Bali dikelilingi oleh beberapa pulau kecil seperti Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Serangan. Baik Pulau Bali maupun pulau-pulau kecil ini memiliki pemandangan pantai yang eksotis. Tak mengherankan jika wisata pantai menjadi andalan dari Provinsi ini.

Mayoritas penduduk provinsi yang beribukota di Denpasar ini beragama Hindu. Hal inilah yang melatar belakangi Pulau Bali disebut sebagai Pulau Dewata atau Pulau Para Dewa. Dalam ajaran Hindu, dikenal banyak Dewata seperti Wanadewata, Gramadewata, Dewata Lokapala atau Dewata Nawa Sanga, Apsara dan Gandarwa.

Budaya menghormati para dewata ini seperti mempersembahkan sesaji di berbagai tempat di Pulau Bali menjadi cikal bakal munculnya julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. Hingga tahun 2014 yang lalu, jumlah masyarakat menganut agama Hindu mencapai 84,5%, sisanya adalah penganut agama lainnya seperti Islam dengan persentase mencapai 13,3%.

Asal Mula Kehidupan Masyarakat Pulau Bali

Menurut catatan sejarah, bangsa Austronesia bermigrasi dari Taiwan dan menetap di Bali sejak tahun 2.000 SM. Jika ditarik garis lurus, kita bisa menemukan bahwa budaya dan bahasa masyarakat Bali memiliki kaitan erat dengan orang-orang Oseania, Malaysia dan Filipina.

Sedangkan agama Hindu diperkirakan mulai memasuki Bali sekitar abad ke-1 Masehi. Agama Hindu yang berkembang di Pulau Bali lebih banyak dipengaruhi oleh budaya India dan China. Hal ini bisa dilihat dari adanya sembilan sekte Hindu yang berkembang masyarakat pada saat itu.

Nama Pulau Bali (Bali Dwipa) sendiri diserap dari istilah “Walidwipa” yang terdapat di prasasti Blanjong, sebuah prasasti yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi. Tradisi keagamaan, budaya dan sistem irigasi Subak juga mulai berkembang pada masa tersebut.

Pada tahun 1343, Kerajaan Hindu Majapahit membangun koloninya di Pulau Bali. Di abad ke-15, Pulau Bali kemudian menjadi jujukan para eksodus seniman, intelektual, pendeta dan musisi dari Kerajaan Majapahit yang kala itu mengalami kemunduran.

Pendudukan Belanda di Bali

Penjajah Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman  tiba di Bali pada tahun 1597. Kemudian diikuti dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda di tahun 1602 membuat kendali Belanda atas Bali semakin menguat.

Pada akhir 1890-an, kerajaan-kerajaan di Bali mulai berkonflik satu sama lain sehingga menjadi kesempatan Belanda untuk memecah belah masyarakat Bali. Di antara tahun 1906 hingga 1908, terjadilah perlawanan terhadap Belanda oleh ribuan anggota keluarga kerajaan. Setidaknya lebih dari 1.000 orang meninggal dalam perlawanan tersebut.

Mulai tahun 1942, Pulau Bali mulai dikuasai oleh pasukan Jepang. Penguasaan Jepang tidak berlangsung lama, pada 1945 Belanda kembali ingin menguasai Indonesia termasuk Bali. Namun, niat tersebut ditentang oleh pemberontak Bali hingga kemudian terjadilah pertempuran di Marga Tabanan, Bali Tengah. Sayangnya semua pasukan batalion Bali seluruhnya dihapuskan pada pertempuran tersebut.

Bali kemudian menjadi salah satu dari 13 wilayah administratif Belanda di kawasan Indonesia Timur. Kemudian pada 29 Desember 1949 Bali masuk ke dalam Republik Indonesia ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.